![]() |
| Abah, lebih dari sekedar Mahaguru. |
Beberapa
bulan lalu, Saya dikejutkan dengan salah satu postingan teman saya di akun facebook
miliknya. Ia meng-upload hasil editan foto guru saya dengan caption, ‘Sebutan
apa yang pantas untuk seorang Mahaguru?’. Dari positingan tersebut, pikiran
saya flashback, mengingat hasil kerja keras dan usaha yang hasilnya saya
rasakan saat ini. Hal tersebut ada kaitannya dengan guru saya? Mengapa? Karena
beliau begitu berasa dalam mengantarkan seluruh anak didiknya hingga jenjang
selanjutnya. Apakah beliau termasuk orang besar? Ya, di mata kami beliau adalah
salah satu orang paling berjasa dalam kehidupan kami. Meski namanya tak setenar
artis televisi ataupun tokoh kondang.
Kami mengenalnya beliau dekat,
sedekat kehangatan setiap hari yang kami rasakan. Tak pernah lelah mengingatkan
semua anak didiknya, meskipun beliau sendiri dalam keadaan payah melebihi kami.
Apa saja? Banyak, ketika memaparkan kehebatan beliau. Dibalik orang-orang
hebat, tersimpan sebiah ketulusan hati.
- Selalu memberi contoh di depan.
Tak sedikit perkataan yang selalu menguatkan hati kami. Semangat
untuk terus berprestasi, tak jarang keluarga pun dotinggalkan demi amanah besar
ini. Salah satu prinsip yang sangat kuat dan begitu mengena. ‘Anak adalah
titipan Allah. Jika kami serius, bersungguh-sungguh membina anak-anak didik
saya, maka Allah akan mendidik anak kandung saya dengan caraNya.
- Sholat sunnah.
Istiqomah sholat sunnah. Terutama tahajud, witir, tasbih, dhuha dan
selalu mengingatkan kami arti kehidupan sesungguhnya. Tak pernah sekalipun
absen dihadapan kami untuk menunaikannya bersama-sama di masjid. Meski halangan
mendesak, dan udara dingin merayu badan.
- Ikhlas
Apapun beliau usahakan yang terbaik. Tak tanggung apapun itu ia
korbankan. Segala tenaga, doa, pikiran, hati semua untuk kami. Dibalik
keikhlasan itu, selalu terlihat senyum bahagianya. Tak pernah sekalipun ia
curahkan pamrih. Ikhlas, bahkan terkadang keluarga beliau ikut berkorban demi
masa depan kami. Yang merupakan project serius, bukanlah sekedar main-main.
‘Jika kita tulus, Allah yang pantas memberi imbalan. Jangan ragu.’ Dan karena
hasil tidak akan menghianatai usaha.
- Berkahnya, selalu diharapkan.
Doanya, selalu dinanti. Bahkan
sekalipun sudah berjauhan, beliau lah tempat berbagi. Sejenak meluangkan waktu,
memberi kabar. Hingga sesuatu yang sungguh-sungguh ingin dibicarakan.
Ikhlasnya, keistiqmoahannya, keteguhan hatinya, menguatkan kami dan selalu
menjadi acuan semangat kami untuk berkreasi, sekalipun tanggung jawab itu sudah
berpindah estafet. Semoga sehat selalu ustadz, aamiin.
Pacet,
Mojokerto.

0 komentar:
Posting Komentar